Senin, 20 Juli 2020

Lantas, untuk?

Bukan lagi aku berjalan melewati kenyataan

Tapi aku sudah lari untuk menyusuri hidup

Tanpa menikmati dan mengerti makna sesungguhnya

Aku tahu jika gambaran tentang hidup kedepannya akan selalu pudar. 

Apa yang kini ku tapaki, itulah yang nyata.

Yang berlalu akan jadi semu dan meghilang

Menjadi kosong yang mulai dan akan terlupakan

Pilihan kata mu telah menyaring dan memilah

Mana yang harus dipilih dan mana yang berhak terpilih.

Lalu, aku menyadari jika jalan ku bukan lagi untukku 
Lantas, untuk siapa?

Minggu, 19 Juli 2020

A1

Dia berdiri di sana, tiga langkah dari tempatku duduk kini. Dia menghela napas untuk kesekian kali. Mungkin untuk menenangkan diri. Dan sekali lagi ia melangkah. Ku lirik dia, sepertinya ia ingin mengatakan sesuatu, tapi sebagai saudara yang baik, dan ingin jadi pendengar yang baik pula, aku memilih diam tanpa bertanya.  Tangannya mengepal. Apakah ia marah? sepertinya begitu.  

Seolah tidak peduli, ku lihat dia mondar-mandir di depan ku. Okey ini sudah sangat mengganggu. "Ngapain sih, pusing nih liatnya" kalau sudah begini nada membentak yang ku luncurkan. Dan yah berhasil, dia berhenti, dan duduk, di sebelah ku. Meskipun masih bungkam. 

" kamu tahu Alda?" tanya nya menatap lurus kedepan, wajahnya bertambah kaku. Sebenarnya aku benci ekspresinya seperti itu.  "Alda?" tanya ku memastikan, dia mengangguk sekali, kurasa dia gadis kesekian yang ada di antara kakakku. "Gadis cantik" jawabku sekenanya, amarah yang terpancar di wajahnya membuatku nyaliku yang semenit yang lalu berani membentaknya kini menciut.  

"Kakakmu itu bener-bener keterlaluan." sepersekian detik aku menoleh memastikan kata itu terucap dari bibirnya. " ya keterlaluan sekali dia itu."  ku lirik lagi dia, ingin sekali aku berkata, kamu juga, tapi ku tahu, bukan dirinya yang dia maksud,  'kalian tuh kakakku' ya termasuk dia juga keterlaluan.   "Kenapa?" . "Kakakmu itu, dia beraninya jalan sama Alda. Kamu tahu sudah berapa cewek yang aku dekati, selalu berakhir kencan dengan Bryan. Bryan lagi, Bryan lagi. Sudah kasih sayang mama papa untuk dia, sekarang Alda juga diembat."  

" maksudnya, gimana gimana?" humm terkadang terpikir kalau semisal dia bukan kakakku mending aku pacarin, dari pada selalu disakiti cewek. Tapi, sebenarnya aku tahu maksud Kak Bryan, dia ingin kakak ku yang satu ini dapat pasangan yang terbaik, bukan sekedar suka uangnya.  Tapi, hal ini sangat jauh dari apa yang dikatakan oleh Ryan. Mungkin mereka tidak tahu jika sebenarnya mereka mencoba saling melindungi. 

Aku ini adik, tapi bukan adik, cuma jadi tempat sampah untuk semua keluhan keduanya. Padahal sejujurnya aku pengen banget curhat ini itu, tapi pastinya aku yang jadi tempat sampah. 

Jumat, 17 Juli 2020

Jangan lakukan, itu tidak baik!

Bukan suatu yang penting. 

Mungkin kamu pernah diberi tahu orang tua, jika ini itu tidak baik! Jangan pernah lakukan ini! Eh jangan macem-macem. Percaya sama orang yang lebih tua! Kalau orang tua bilang ini tidak baik ya sudah turutin. 

Bosen ya? Sudah sebal diceramahin sama orang tua? 

Ya sama saya juga merasakan. Tapi sudah kah kita tahu apa sebab banyak orang tua seperti itu. Bisa mungkin saya menyebutnya orang tua yang kolot. Hampir tiap hari selalu mendengar wejangan orang tua, tentang ini lah itulah. Kok balik lagi.  

Bukan lagi rahasia umum jika, orang tua sudah memiliki banyak pengalaman. Tapi bagaimana jika orang tua kita, yang selalu kita dengar wejangannya (Ya meskipun masuk telinga kanan keluar lewat telinga kiri, atau sebaliknya) dalam semasa hidupnya hanya selalu berdiam diri di rumah, kan tambah susah. Nyuruh ini itu kok gak punya pengalaman sama sekali. 

Jika saya pribadi lebih suka, dengerin wejangan tapi yang ngasih tahu, ya tahu. Bukan hanya ngasih tahu, terus ditanya kenapa bisa begini, kenapa bisa begitu tanpa ada sebab. Okey, jika berbicara tentang alasan orang tua (saya tidak ingin pakai kata logika, terlalu tinggi) yang bisa dibilang "aneh" bin "apaan sih". Masih saya terima. 

Misal, orang duduk di depan pintu, yang katanya orang tua bisa ngalangin, atau kita dibikin gak dapet jodoh. Ya kali jodoh ada hubungan dengan pintu (mungkin bisa). Hal semacam ini mungkin sudah lumrah di kehidupan sehari-hari tapi jika dipikir lagi, masa iya pintu buat jalan kok dihalangi sama orang duduk, kan gak sopan, orang pengen lewat, harus permisi? Apa gak ada tempat lain yang lebih luas daripada pintu?

Ada satu lagi, orang nyapu gak bersih katanya suaminya brewokan. Coba ingat, kenapa orang harus nyapu, lalu apa tujuan dari nyapu itu tadi? Nyapukan niatnya biar bersih, bukan untuk dibiarin kotor. Saya sendiri yang bingung. Masa iya nyapu tapi gak bersih, percum tak bergun itu namanya. Gak guna nyapu, tapi gak bersih. 

Benar jika orang tua menasehatu itu selalu benar? Enggak kan? Coba kita pahami kenapa begini kenapa begitu, biar nanti ketika, kita berada pada tahap sebagai orang tua,ketika anak mu bertanya, nggak cuma bisa ngarang cerita yang sebenarnya dulu belum pernah kamu pertanyakan. 

Kamis, 16 Juli 2020

Catatan kecil untuk Eka

Semoga kamu baca....
Tapi aku nggak yakin....

Aku tahu, kamu saat ini sedang jatuh-jatuh nya. Namun untuk saat ini juga kamu harus ingat hidup mu itu mahal.  Gak ada orang yang bisa beli hidup mu.  Gak ada. 

Aku udah lihat hasil ujianmu, parah banget, payah banget, astaga. Tapi, jangan lakukan hal buruk, coba ingat untuk apa kamu masuk jurusan ini. Jurusan mu itu jurusan berat. Ya mana mungkin jurusan yang sangat berperi kemanusiaan mu itu. Hanya didapat dari ngerjain tugas daring, langsung lulus nilai A atau B tapi gak pernah ke pakek dalam kehidupan sehari-hari, kan gimana gitu. Setidaknya, kamu belajar (kamu pernah belajar?) kayaknya gak pernah. 

Sekarang kamu bayangin, semisal kamu dapet nilai A atau minimal B, tapi itu hasil nyontek, guna gak? Saat ini jika ada banyak waktu,  kita akan berbicara soal percaya diri pada kemampuan. Karena aku di sini tahu jika seharusnya kamu jujur gitu pada diri sendiri, sudah bener gak usahamu saat ini. Gimana mau berhasil usaha aja gak ada? Nyontek usaha? Saya akan menjawab iya, tapi usaha ini itu berpondasi tanah gambut,  bukan kokoh seperti bambu.  

Mulai lah belajar, jangan lakuin hal yang gak guna untuk mengahiri segalanya... 


Hukum kok dibeli?

 Opini Perlindungan pada korban itu penting.  Media sosial kerap kali dijadikan orang yang tidak bertanggung jawab untuk melakukan tidak kri...