Rabu, 25 November 2020

Wujudkan Jati Diri Indonesia


Banyaknya masalah yang terjadi di tanah air kita ini, tidak luput dari bagaimana sikap warga negara nya. Namanya juga warga negara sudah dapat dipastikan jika, semua  warga negara wajib untuk menjaga kelangsungan kita dalam bernegara dan hidup berbangsa. Kita Indonesia dengan semboyan Bhineka Tunggal Ika, tentunya toleransi, kerja sama, gotong royong atau apapun itu sudah menjadi kewajiban kita bersama, bagaimana jati diri Indonesia yang sudah terjadi sejak nenek moyang kita bisa hilang ketika negara kita dipegang oleh para pemimpin yang telah terpilih. Indonesia adalah negara berbangsa, banyak sekali perbedaan yang kita temui sehari-hari dari siaran gosip yang terlalu sepele dari kalangan selebritis hingga para pesohor yang memiliki kedudukan tinggi seperti presiden dan jajarannya. 

Menurut ketua umum pimpinan pusat Muhammadyah, Haedar Nashir jika perlu adanya komitmen  bersama dalam bernegara. " harus ada komitmen bersama dalam selesai kan  tiap masalah bangsa dengan jiwa kewarga negaraan yang menempatkan kepentingan bangsa dan negara." ujarnya. Betul jika kita sebagai sebuah bangsa kita tidak bisa merasa paling penting terutama untuk mereka yang memang bisa dibilang penting pun, tidak bisa suatu negara dibangun tanpa adanya komitmen. Semu linik masyarakat harus menjadi warga negara yang memang memiliki kewajiban untuk saling membantu tanpa harus memperdulikan status. 

Terutama dimasa pandemi saat ini kita sangat sangat dibutuhkan untuk selalu bekerja sama, tanpa harus menganggap itu adalah tanggung jawab si A atau si B, kita semua punya tanggung jawab itu. Kita semua berhak mengemban tanggung jawab itu. Bagi para kaum elite mungkin bisa dikurang kurangin untuk selalu bisa merasa lebih. Semua wajib menuruti lebih tepatnya mentaati kewajiban kita untuk selalu melakukan protokol kesehatan sesuai anjuran pemerintah. Semua sama tidak boleh melanggar, mereka para pelanggar harusnya dihukum secara merata, tidak peduli tinggi tidak nya jabatan mereka. Apapun. Jenis mya dari pejabat hingga yang terendah. 

Sebagai agama mayoritas, yaitu Islam dan sebagai aliran Islam terbanyak kedua di Indonesia, muhamaddiyah pentik sebagai pengawas bukan hanya untuk orang Islam Indonesia saja tetapi juga bisa meliputi agama agama lain yang ada di negeri kita ini. Coba saja kita bisa menjalin hubungan yang dimaksud. Saling memahami satu sama lain dan tidak memperkeruh keadaan yang bisa membuat kita makin runyam. Pastinya kita perlu solusi, bukan masalah. Apalagi jika itu masalah tentang keadilan kecil. 

Menurut Haedar jika kelompok elit merasa semaunya sendiri, Indonesia akan tambah tidak berkesudahan masalah nya. Apalagi jika mereka merasa bebas, dan merasa tidak harus peduli pada protokol kesehatan dan merasa jika mereka tak masalah jika harus melanggar, mereka punya jabatan tak orang takut padanya. Bagaimana dengan orang tak mampu, atau yang sebenarnya tidak mengerti mengenai aturan-aturan baru.  Ditambah lagi, masalah yang sudah dan belum usai hingga kini. 

Gotong royong sebagai ciri khas turun menurun masyarakat Indonesia. 

Kita mungkin tidak asing dengan kata gotong royong, bahu membahu saling membantu. Semua itu kini sudah hilang, apa tidak bisa kita saling mengalah berbondong-bondong demi kemaslahatan umum?  Mungkin tidak hilang hanya saja sangat jarang muncul dipermukaan, lebih pastinya tidak semua orang akan melakukan gotong royong. Saya tahu jika kita m saat ini kita semua mendapat musibah, saya juga, kamu dan juga mereka. 

Untuk saat ini bersikap adil pada masyarakat sangat di perlukan supaya tidak terjadi ke iri dan dengki di hati mereka. Jika saya seorang pejalan kaki dalam perjalanan bepergian, pastinya harus ditegur jika kita melanggar berulang kali kita harus didenda atau apapun itu, setidaknya membuat kita jera, dan tidak mengulangi kesalahan yang sudah kita perbuat. 

Paling tidak bagi mereka yang mampu bisa membantu secara finansial bagi orang yang lebih membutuhkan. Dan untuk pengemis pemulung apa tidak sebaiknya disediakan oleh mereka yang kebutuhan sehari-hari nya tercukupi.  Tentunya hal ini  akan sangat membantu kita mengatasi masalah, atau mungkin dengan menciptakan lapangan kerja baru bagi mereka yang berusaha. Atau mencoba berwira usaha. 

Kita harus peduli dan tidak merasa bodo amat oleh lingkungan sekitar, jika memang terdapat pelanggar an kita bisa menegur tanpa perlu pihak lain yang lebih tinggi, tapi jika memang mereka bebal mungkin melaporkannya adalah hal yang harus di beritahukan kepada orang yang lebih memiliki wewenang, karena pada dasarnya rakyat Indonesia sering bebal. 

"Tiap-tiap warga negara berhak dan wajib ikut ssrta dalam usaha pertahanan dan keamanan negara. " Undang undang dasar 1945, pasal 30 ayat satu. Sebagai warga negara sepatut nya kita ikut menjaga keutuhan dan ke bhine tunggal ikaan kita seperti yang tercantum pada pasal, jika untuk saat ini seperti nya tidak bisa karena tidak ada perang, tapi jika kita melakukan ini untuk melawan Covid-19 ya itu sudah sepatutnya, sudah seharusnya. Jadi sebagai warga negara yang baik tentu kita juga ingin yang terbaik bagi bangsa kita, gotong royong itu jati diri kita.

Resensi Dari Ngalian ke Sendowo


Judul: Dari Ngalian ke Sendowo

Penulis: Nh. Dini

Penerbit: Gramedia Pustaka Utama

Tahun Terbit: 2015

ISBN: 978-602-03-1651-2


Nh. Dini yang bernama panjang Nurhayati Sri Hardini adalah penulis perempuan kenamaan Indonesia. Ia mulai menulis sejak tahun 1951, ketika masih duduk di bangku kelas II SMP. “Pendurhaka” adalah tulisannya yang pertama dimuat di majalah Kisah dan mendapat sorotan dari H.B.Jassin; sedangkan kumpulan cerita pendeknya, Dua Dunia, diterbitkan pada tahun 1956 ketika beliau masih duduk di bangku Sekolah Menengah Atas (SMA). Di usia remaja beliau bekerja sebagai pramugari di Garuda Indonesia Airways, lalu menikah dengan Yves Coffin, seorang diplomat Prancis, dan dikaruniai sepasang anak, Marie Claire Lintang dan Pierre Louis Padang. Beliau juga memiliki dan membangun sebuah pondok baca di Semarang. 

Dari Ngalian ke Sendowo, buku ini berkisah tentang kehidupannya di Ngalian sebelum pindah hingga ia pindah ke Sendowo yang ditulis oleh nya bernuansa seperti catatan harian yang terkumpul lalu dimuat dalam sebuah buku dengan bahasa yang mudah dicernah, dan layak untuk dibaca oleh pembacanya. Meskipun tidak dalam tulisan nya tidak seutuhnya tertulis atau tertata secara runtut. Tapi cerita atau kisah yang dituturkannya dalam buku bisa dinikmati oleh pembaca. Dalam buku ini mengajarkan jika menulis buku harian itu dirasa perlu untuk mengetahui mengapa, kenapa ada masalah dan bagaimana cara untuk mengatasi semua masalah dikemudian hari, atau bahkan bisa mempengaruhi orang lain untuk mengikuti bagaimana ia harus mengatasi semua persoalan. 

Buku ini diawali kisah di saat ia harus menjalankan operasi gigi yang diharuskan oleh dokter sebab dalam pertumbuhan gigi untuk orang pada umumnya gigi orang dewasa tumbuh sebanyak 32 buah, tapi untuk giginya sendiri hanya ada  27, sebab lima buah gigi gerahamnya tidak tumbuh secara normal, melainkan tumbuh di dalam gusinya, hal ini yang membuat rasa ngilu dalam gusinya, dan harus sesegera mungkin dicabut, dengan cara operasi pengangkatan gigi. Dalam beberapa hari saat ia dirawat di rumah sakit. Beliau memiliki kenalan, seorang pasien yang satu kamar dengan nya. Kebetulan pasien tersebut adalah pembaca setia buku tulisan nya. Saat operasi akan dijalankan ia memberi kan, lebih tepatnya menitipkan barang bawaan seperti perhiasannya. Beruntung ia menemukan orang baru yang dapat dipercaya. Dalam perawatan yang dijalaninya ia memiliki sanak saudara yang juga seorang dokter gigi dan yang mengoprasinya saat itu.

Ia sangat bersyukur bertemu dan berjumpa dengan orang yang baik dan peduli padanya. Ya banyak hal yang bisa disyukuri. Tak cuma itu, orang baik bisa ditemui dengan banyak nya relasi dan bagaimana cara kita menghadapi orang lain, maka begitulah orang lain akan menghadapi kita, bagaimana kita menghargai orang lain tentu kita akan dihargai. Tapi tidak menutup kemungkinan akan terjadi kebalikannya. 

Seperti yang terjadi sudah-sudah, ia begitu mudah mendapat bantuan dari saudara-saudara nya, entah itu saudara kandung, saudara karena tali pernikahan atau saudara yang memang orang asing dan tidak memiliki ikatan apapun dengan nya. Ketika saat ia memiliki penyakit di mana terdapat batu di dalam empedu, ia pun harus melakukan operasi dan biaya yang harus dikeluarkan tidak lah sedikit. Maka iapun di beri bantuan oleh teman temannya. 

Ia sangat prihatin pada sastra Indonesia yang tidak dihargai dengan pantas. Semua itu ia ketahui saat ia menjadi pembicara atau narasumber dalam sebuah seminar, ia tidak diajak untuk berfoto bahkan anak anak diharuskan untuk tidak mengganggunya, bahkan di kalangan guru gurupun banyak yang tidak peduli, dan kebanyakan orang menganggap bahwa seni dalam sastra hanyalah puisi yang lain tidak. 

 Kurangnya minat masyarakat Indonesia dengan kegiatan tulis menulis, sangat dipengaruhi oleh lingkungan, dari lingkungan keluarga hingga lingkungan tempat tinggal. Seperti yang ia utarakan dalam tulisan nya tentang hubungan nya dengan H.B. Jassin 

"Budaya menulis surat tidak asing bagi kami sekeluarga. Ketika kami akan menjalani ulangan atau tes di sekolah, orangtua mengarahkan kami untuk meminta restu kepada Uwak atau Kakek maupun Paman dan Bibi. Hingga sekarang, saya masih hafal doa-doa untuk mengencerkan otak di saat belajar, diberikan oleh Pak Wo, kakak ibu kami." Dapat dilihat begitu penting nya keluarga dalam sebuah kegiatan. Ia mudah mengritik seseorang namun juga memikirkan mengapa orang harus melakukan hal demikian. Semisal saat ia terkena musibah ketika HP yang ia punya hilang saat seorang tukang pos datang, ia masih berpikir untuk tidak memberi tahu siapa pencurinya meskipun ia sudah tahu. 

Buku dengan sampul bungah dan warna-warni dan tulisan dari satu kisah ke kisah yang lain. Ia bisa menempatkan penghubung dari kisah ke kisah yang lain dengan rapi, dan jika di lihat ada beberapa kisah yang mungkin sebelumnya sudah ada di buku atau cerpen yang sebelumnya. Saya menyimpulkan sedemikian rupa sebab di beberapa halaman buku terdapat penjelasan beberapa karyanya. Seperti ketika ia menjelaskan tokoh-tokoh yang ada di dalam cerita nya. Seperti dalam peristiwa yang hampir sama dengan cerita atau buku yang lain. 

Buku ini sangat cocok bagi orang yang gemar membaca. Mungkin buku ini sulit jika dibaca hanya separuh cerita. Itu dikarenakan banyak nya cerita yang berlanjut, dan habis lalu dilanjutkan ke cerita selanjutnya. Buku ini cocok untuk semua usia, dan menurutku buku ini lain dari pada buku yang pernah saya baca. 

Rabu, 18 November 2020

Jaminan Kesehatan Seharusnya Merata.

Masyarakat Indonesia pada saat ini masih kurang diperhatian dan mendapat perhatian dalam bidang kesehatan. Tidak hanya di masa pandemi saat ini saja, tetapi sebelum itu perhatian pemerintah Indonesia pun masih kurang terhadap kesehatan. Hanya saja seakan lebih terlihat lagi untuk saat ini. Namun usaha- usaha mereka saat ini belum bisa dirasakan oleh semua kalangan masyarakat Indonesia. Saat ini hasil yang ada tidak begitu memuaskan, terutama adanya ketimpangan dan ketidak adilan dalam pembagiannya.  Seperti sudah diketahui kebanyakan orang kartu Jaminan Kesehatan Nasional atau JKN, selain JKN ada pula Kartu Indonesia Sehat. Kedua kartu ini bisa mempermudah seseorang untuk mendapat layanan kesehatan, tentu usaha dari pemerintah ini sangat disambut oleh masyarakat. Dan tidak hanya itu rakyat pun harus saling membantu bagi yang mampu maupun tidak. Gotong royong, itu adalah ciri khas orang Indonesia, sepatutnya dilestarikan. Sepatut nya diberikan kesempatan untuk mendapat fasilitas kesehatan dari pemerintah maupun swasta seperti dokter, rumah sakit. Setidaknya diberi keringanan untuk membayar, atau menabung untuk asuransi dalam hal ini biaya yang kita keluar kan kita tabung bsa kita pergunakan di saat kita tidak memiliki 

Hingga saat ini masih terdapat kecacatan dalam proses pelaksanaan akses jaminan ini, dimulai dari pendaftaran hingga untuk mendapatkan pelayanannya. Beberapa masyarakat tidak bisa mendapatkan pelayanan yang sesuai dan harus diberikan kepada yang ber hak, hal ini dikarenakan proses yang ribet dan ada beberapa masalah lainnya yang menghambat jalannya proses.  Untuk proses sendiri itu dikarenakan ketidak pahaman warga, dan kurang nya pendampingan dari mereka yang berkewajiban mensosialisasikan  semisal , setidaknya tokoh masyarakat dari yang terkecil Rukun Tetangga (RT) hingga ke tingkatan yang lebih tinggi. Setidaknya ketika mengurus Kartu Indonesia Sehat pendampingan terhadap warga, tentunya untuk memberikan pemahaman mengenai ketentuan yang berlaku dalam pendaftaran hingga akhir proses. 

Di Indonesia kini masih ada beberapa warga yang mengeluhkan sulitnya mengakses kartu jaminan kesehatan ini. Terlihat dari hasil survei oleh Komisi Nasional Hak Asasi Manusia dan litbang Kompas mengenai pandangan masyarakat Indonesia, yang dilakukan pada Juli 2020, hingga Agustus 2020, menunjukkan bahwa sebanyak 72,4 persen responden menyatakan mudah mencapai fasilitas kesehatan JKN. Sedang kan untuk kesulitan 19,8 persen responden yang kesulitan mengakses fasilitas jaminan kesehatan.  Pada Indonesia bagian Timur memiliki kecenderungan kesulitan akses kesehatan. Ini biasanya disebabkan oleh jarak dan terpencilnya suatu wilayah hingga menyulitkan untuk mengakses fasilitas kesehatan ini. Ditambah lagi kurangnya ketersediaan ketenagakerja kesehatan di daerah Indonesia bagian Timur dan Tengah. Kurangnya dokter, perawat dan ketenaga kerjaan kesehatan lainnya ditambah sulitnya medan yang harus ditempuh oleh masyarakat maupun dokter harus menempuh jarak atau pun halangan yang lainnya. 

Hasil dari survei yang dilakukan oleh komnas HAM,  masyarakat di bagian Timur masih diharuskan membayar pajak sebesar yang sama dengan masyarakat lainnya. Tentu saja hal ini dirasa tidak adil bagi mereka. Sebab pembayaran pajak yang sama sedang hasil yang diperoleh tidak sesuai , pihak lain yang sama-sama membayar pajak yang setara, tetapi tidak dapat hasil yang sesuai. Sebanyak 55,8 persen responden mengungkapkan fasilitas kesehatan yang masih kekurangan fasilitas. Kesulitan itu akan dipersulit lagi dengan adanya pembayaran uang iuran yang bisa dibilang berbelit. Beberapa diantaranya pengajuan dan sulitnya akses untuk mendaftar atau dalam prosesnya yang sulit, dan beberapa warga yang tidak memahami. Meskipun begitu pemerintah masih mencoba untuk menyetarakan dan meratakan kesehatan yang ada di Indonesia supaya rakyat Indonesia bisa memperoleh secara menyeluruh. 

Kemudahan mengakses fasilitas dan pelayanan yang ada tentunya memiliki tempat penting bagi masyarakat, karena masyarakat Indonesia berhak mendapat kan hak hak yang telah disepakati oleh pemerintah. Termasuk juga dalam hal memperoleh layanan kesehatan. Namun nyatanya hingga saat ini pemerataan kesehatan bagi masyarakat belum bisa dilaksanakan dengan menyeluruh. Terbukti dari responden yang memperoleh kemudahan dalam mengakses layanan dan fasilitas kesehatan meskipun begitu beberapa daerah yang tidak berad di daerah Timur masih ada beberapa kawasan yang sulit untuk dimaksuki oleh tenaga kerja medis. Seperti yang sudah dijelaskan terkendala akses maksuk kebanyakan dikarenakan lintasan atau medan yang tempuh menuju suatu daerah terpencil membutuhkan kehati-hatian lebih, dan akses yang sulit dijangkau. Di beberapa daerah pun masih kurang dalam bentuk fasilitas yang kurang memadai, dan tenaga medis yang kurang kompeten. 

Kesehatan adalah hal yang paling terpenting dalam diri manusia, dalam bermasyarakat pun penting. Tidak hanya di Indonesia tetapi juga di selruh penjuru dunia. Pemerintahan pun masih harus mencapai target semaksimal mungkin, sebagai manusia dan warga negara kita sebagai rakyat pastinya akan mendukunng penuh langkah dari pemerintah selama itu masih berada pada tempat nya, tidak melenceng dari peri kemanusiaan. Adanya kartu Indonesia sehat (KIS) Kartu jaminan kesehatan nasional  atau yang disingkat JKN, dan Badan Penyelenggara Jamina Sosial adalah bukti kecil kebaktian mereka kepada masyarakat. Untuk masyarakat umum diharapkan untuk selalu membantu satu sama lain, dah lebih memperkuat lagi, dan rakyat juga diharapkan untuk selalu menunaikan kewajiban membayar pajak.

Selasa, 17 November 2020

Dendam dan Rindu Itu Sama Saja.

 Judul: Seperti Dendam Rindu Harus Dibayar Tuntas

Penulis: Eka Kurniawan

Penerbit: Gramedia Pustaka

Tahun Terbit: 2014, Jakarta. 

ISBN: 978 602 03 0393 2


Eka Kurniawan lahir di Tasikmalaya, 1975. Ia menyelesaikan studi dari Fakultas Filsafat, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta (1999), dengan skripsi yang kemudian terbit menjadi buku berjudul Pramoedya Ananta Toer dan Sastra Realisme Sosialis (1999). Ia menulis buku ini diperuntukan untuk sang istri , Ratih Kumala.

Pada bagian cover terlihat seekor burung yang tertidur begitu lelap. Di atas burung yang tertidur terdapat tulisan Seperti Dendam Rindu Harus Dibayar Tuntas, dengan warna yang terbilang mencolok dan kontras satu sama lain. Pemilihan warna ini tentunya menarik pembaca buku untuk membaca bukunya. Sampul buku ini adalah gambaran salah satu bagian cerita di mana Mono Ompong sangat menyukai desain gambar pada truk yang dikendarainya, truk milik Ajo Kawir. Pada sampul belakang seperti kebanyakan buku, terdapat sepenggal cerita. Bukan saja mengisahkan secara singkat namun,  daya tarik dari sinopsisnya adalah pemilihan katanya yang menggugah rasa penasaran pembaca.  

Kisah berawal saat dua bocah usia awal belasan Ajo Kawir dan Si Tokek, di mana di usia ini anak-anak itu sudah menginjak masa remaja. Keduanya pada malam itu mengintip dua polisi yang sedang melakukan rudapaksa terhadap Rona Merah, seorang perempuan dengan gangguan jiwa saat setelah ia ditinggalkan oleh suaminya Agus Klobot, sahabat Iwan Angsa ayah dari Si Tokek.  Sebuah hal yang tak pernah diduga oleh kedua bocah itu pun terjadi. Kemaluan Ajo Kawir tidak bisa berdiri. Tentu nya hal ini membuat Ajo Kawir sedih saat semua usahanya sia-sia. Beberapa usaha itu seperti ia mencoba mengoleskan cabai rawit pada kemaluannya, membiarkan kemaluannya disengat oleh lebah, bukannya bisa berdiri, tetapi ia hanya bisa berteriak karena tersiksa. Sebagai sahabat Si Tokek mencoba menghibur Ajo Kawir. 

Rasa sakit itu bertambah kala ia bertemu dengan Iteung. Gadis yang melawannya saat ia ingin menghukum Pak Lebe, seorang juragan tambak. Pertemuan yang diawali dengan pertarungan keduanya membuat mereka semakin dekat satu sama lain. Saling mengirim lagu lewat radio, jalan-jalan.  Ajo Kawir menyadari jika hubungan keduanya adalah kesalahan, Iteungnya akan terluka jika mengetahui bahwa dirinya tidak bisa ngaceng. Namanya cinta, Iteung siap menerima apapun kekurangan Ajo Kawir. Mereka pun memutuskan untuk menikah. Keduanya menikah melakukan hubungan dan Iteung memperoleh kepuasan hanya dengan jari-jari Ajo Kawir. Kesetiaan Iteung diuji, Iteung ingin lebih dari sekedar keahlian jari Ajo Kawir.  

Satu hari Iteung pulang dari rumah sakit, ketika di depan pintu ia disambut oleh Ajo Kawir, dan mengatakan apa yang telah terjadi. Ia telah berkata jujur, bahwa ia hamil. Ajo Kawir terkejut mendengar pengakuan istrinya, ia pun memutuskan untuk pergi, dan mencari  Si Macan, orang yang akan ia bunuh dengan bayaran tinggi. Setelah ia berhasil membunuh si macan ia harus mendekam di penjara, keluar dari penjara ia memutuskan untuk menjadi supir truk. Berprofesi sebagai supir truk Ajo kawir bertemu dengan mono Ompong, keneknya. Diam-diam Ajo Kawir sayang pada anak Iteung, tiap si tokek menemuinya setidaknya sahabatnya membawa foto  anaknya, untuk dipajang si langit-langit truk. Ia akan memandangnya tiap sebelum tidur dan saat bangun. Belasan tahun di perantauan ia memutuskan untuk kembali saat Iteung telah dibebaskan dari penjara karena telah membunuh Budi Baik, dan setelah apa yang terjadi pada Mono Ompong seusai bertarung dengan Si Kumbang.  Hari pembebasan Iteung tiba. Ia diberi tahu jika ia membunuh dua polisi yang membuat burung suaminya tidur panjang mungkin bisa membangunkannya. Di hari pembebasannya adalah hari pembalasan atas penderitaan yang ditanggungnya dan suaminya. Harusnya bertemu untuk melepas rindu, tapi tidak masalah jika pembalasan dendam bisa mewujudkan rindu yang lain. 

Iteung, adalah perempuan yang pemberani, lebih dari kata pemberani. Sebab ia membalaskan dendam nya dari kesalahannya sendiri ia telah berkhianat, mungkin kebanyakan orang menganggap itu sebuah kesalahan, mungkin salah saat dia membunuh Budi Baik. Tapi untuk membunuh dua polisi yang menyebabkan itu semua, menurutku itu lebih baik, lagi pula siapa yang akan menghukum keduanya sedangkan Rona Merah sudah meninggal, dan Ajo Kawir sudah tobat. Si Tokek pun tidak mungkin berani, dan membuka masa kelamnya dan menuntut nya selalu merasa bersalah pada Ajo Kawir.  Tidak ada yang bisa menghukum keduanya semua bukti sudah hilang. 

Dalam buku ini banyak hal yang dapat dijadikan pelajaran dalam hidup, bahkan burung yang tertidur pun bisa jadi pelajaran. Ketika masih bisa melakukan setidaknya ia tidak menggunakannya secara berlebihan, sekiranya tidak digunakan di waktu yang tidak tepat. Paling utama pentingnya sosialisasi tentang seksual itu penting. Sayang sekali pada dewasa ini orang tua masih menganggap hal itu adalah hal yang tabu. Bahkan lebih jauh lagi ada orang tua yang  menganggap  bahwa pendidikan seksual itu mengajari anak untuk berbuat zina. 

Tidak hanya itu dalam buku ini terdapat beberapa tokoh yang memiliki kelainan seksual. Semisal Ajo Kawir, dalam buku ini Ajo Kawir mengalami gangguan seksual yaitu impoten, yang artinya ia tak bisa bergairah oleh gairah seks.  Selanjutnya, Mono Ompong, ia mengalami gangguan seksual ejakulasi dini. Ada lagi satu, Si Kumbang supir truk ia begitu suka pada Mono Ompong, laki-laki suka dengan sesama jenis. 

Terdapat beberapa bagian yang terbilang di luar nalar. Contohnya saat Ajo Kawir berbicara dengan kemaluannya.  Cerita dari sudut pandang seekor cicak yang berada di sel, tentu hal ini tak mungkin terjadi tapi adanya cerita ini bisa membuat pembaca lebih santai saat membaca bab menegangkan pada buku. Di balik itu semua penulisan cerita yang loncat dari satu cerita ke cerita yang lain dan alur yang maju mundur mengharuskan pembaca untuk membaca berulang kali, untuk memahami kisah dari tokoh utama.  Karena dalam sampul sudah terdapat kategori tulisan dewasa, maka buku ini tidak cocok untuk anak di bawa umur. 

Rabu, 11 November 2020

Jika Hukum Diblur

 Jika Hukum Diblur 

  

Judul: The Trial (Proses)

Penulis: Franz Kafka

Penerjemah: Sigit Susanto

Penerbit: Gramedia Pustaka, Jakarta

Tahun Terbit: Cetakan I, 2016

ISBN: 978-602-03-2895-9. 



Bagaimana jadinya jika kita  disalahkan dengan sebuah tuduhan yang tidak pernah kita lakukan sebelumnya, pasti bingung.  Apalagi jika ditangkap dan dijadikan terdakwa, sedang kita tidak tahu apa yang jadi kesalahan kita?  Untuk pertama kali pasti terbesit di pikiran "aku tidak salah, ngapain ditahan? kalau tidak "pasti aku difitnah," atau bisa jadi "mereka salah orang? Dan masih ada banyak pertanyaan berderet, tapi yang terjadi pertama adalah kebingungan, hal ini yang terjadi pada Joseph K, dalam buku Proses karya Franz Kafka. 

"Proses" buku karangan Franz Kafka, penulis ternama di abad IX. Buku "Proses"  diterjemahkan langsung dari bahasa aslinya (Bahasa Jerman) ke dalam bahasa Indonesia oleh Sigit Susanto. Proses, ditulis oleh Kafka dalam kurun waktu enam bulan terhitung sejak  Agustus 1914 hingga Januari 1915.  Kafka sendiri adalah lulusan jurusan  hukum, yang pastinya paham dengan hukum -hukum yang ada. Dan segala kebobrokan hukum di sana, atau hukum di negara lain. 

Dalam buku ini kisah berawal saat tuan Joseph K, seorang pekerja di devisi kepegawaian salah satu bank, didatangi oleh dua orang asing di apartemennya untuk ditahan. Meskipun ia hanya sebagai tahanan rumah, sebelum proses pengadilannya dijalankan. Pada saat penangkapan terjadi K sendiri pun tidak tahu apa alasan nya, kenapa ia ditangkap? Tak mengerti apa kesalahannya, sehingga ia pun tak merasa perlu berlebihan menghadapinya. Namun, dari waktu ke waktu semakin K membiarkan urusannya, bukan sesuai harapannya akan segera selesai, persidangan yang menyangkut nama baiknya tambah rumit.  

Perjumpaan K dengan orang-orang hukum (meskipun sebenarnya ia tak ingin peduli dengan kasusnya) semakin ia mengenal banyaknya orang yang mengelilinginya dalam sidangnya, ia tahu banyak orang hukum yang tidak berkompeten menangani kasusnya. Bukannya membaik tapi semakin memperburuk. Saat ia menyewa pengacara atas saran pamannya, pengacara Huld  yang juga teman karib pamannya, hanya ia temui sesekali saja. 

Dalam pertemuannya itu ia dan pengacara hanya berbincang sedikit. Kebobrokan hukum lebih terlihat lagi disaat ia harus datang menemui kepengadilan,  banyak kejutan yang ia temui beberapa di antaranya, tempat pengadilannya yang menurut K tidak layak disebut tempat pengadilan.  Semakin pasti  saat tuduhan yang diberikan tidak ada kejelasan.  Lebih gila lagi saat K pergi ke pengadilan untuk kedua kalinya, ia dikejutkan oleh isi buku hakim pengadilan, tulisan seperti tulisan anak kecil terdapat gambaran tidak senonoh di buku yang ada di meja hakim. Banyak sekali anak buah pengadilan yang semakin hari semakin memperburuk perkara. 

Hukum yang tidak transparan dan tidak jelas, sering terjadi dalam peradilan. Hal ini juga dikarenakan masyarakat yang tidak mengerti hukum yang ada di suatu negara. Ketidak transparan hukum negara pernah terjadi di Indonesia, pada masa Orde Baru. Banyak orang-orang yang hilang tanpa tahu kemana, dan bagaimana saat ini keadaannya, kuburan  orang hilang pun tidak pernah diketahui. 

Sayang sekali dalam buku yang memiliki 10 bab ini, dari awal hingga akhir ada beberapa paragraf, yang satu paragrafnya bisa mencapai beberapa halaman.  Ditambah lagi tulisan yang kecil-kecil dan terlalu rapat membuat mata saya jadi sakit, dan sulit menentukan baris selanjutnya dari kata terakhir. Selanjutnya ada beberapa bab yang tidak  tuntas dan menggantung untuk dilanjutkan ke bab selanjutnya sangatlah membingungkan. Biarpun sedikit untuk halamannya tapi karena banyaknya kata dalam satu paragraf membuat orang lebih cepat baca. 

Penulisan Kafka yang terbilang rumit, namun kerumitan itu tertutupi oleh ditailnya penulisan latar entah itu dari  waktu, suasana bahkan tempat dengan penggambaran yang sesuai dengan apa yang dilihat oleh K. Cerita yang menarik, dikemas secara apik. Pada bab terakhir terakhir dari kisa peradilan K yang rumit dan ia lalui selama setahun semuanya sia-sia. 

Buku yang cukup rumit ini lebih asyik dibaca oleh pembaca yang suka dengan cerita yang seperti puzle, pembaca diharuskan merangkai satu persatu masalah, dan meluruskan sesuai imajinasi yang coba dibawakan oleh pengarang.  Pastinya sesuai dengan imajinasi pembaca. 

Hukum kok dibeli?

 Opini Perlindungan pada korban itu penting.  Media sosial kerap kali dijadikan orang yang tidak bertanggung jawab untuk melakukan tidak kri...