Anak- anak adalah generasi penerus bangsa. Mereka memiliki daya kreativitas tersendiri. Imajinasi mereka begitu tinggi sehingga perlu perdampingan oleh orang tua. Namun ada baiknya kita kembangkan kecerdasan anak dengan cara lain, dengan cara bermain. Tentunya bukan kita yang akan dibuat bahagia tapi mereka pasti sangat suka. Ber main juga bisa membuat dan merekat kan hubungan kekeluargaan. Coba ajak mereka bermain bersama. Namun untuk saat ini, di saat pandemi ini kita harus tetap berada di rumah. Jadi mungkin kita akan kecil saat bermain bersama di luar rumah
Tentu nya hal itu membuat kita sulit untuk beradaptasi, namun, sebelum hal ini pun sudah banyak anak yan melupakan, dan banyak yang tidak tahu. Pada dasar permainan jaman dulu yang lebih menyenangkan kini terkikis oleh jaman. Anak anak lebih suka bermain dengan gadget mereka.
Beberapa contoh permainan jaman dulu yang membuat kita bisa melatih kecerdasan anak anak dengan beberapa cara bermain.
1. Lompat Tali.
Anak jaman 1990 an pasti tahu apa itu lompat tali. Lompat tali biasa digunakan untuk uji ketangkasan, kecepatan. Permainan ini bisa dibilang olah raga. Karena bisa meningkatkan kekuatan kaki. Itu jika dimainkan sendiri, sendiri akan tetapi jika dimainkan bersama teman biasanya dua orang berdiri, duduk ( jika masih di fase pertama) dan akan terus sesuai dengan level yang ditentukan oleh pemain.
2. Engklean, atau kotak sembilan.
Sama hal nya dengan lompat tali, engklean juga bisa melatih ketangkasan kaki, keseimbangan, kecepatan dan strategi. Ketangkasan kaki dilatih ketika kaki kita harus melompat dengan satu kaki. Keseimbangan, terlatih ketika kita menyeimbangkan tubuh kita yang bertumpuh pada satu kaki. Kecepatan, tentunya bagaimana kaki kita bisa mencapai tempat yang tertinggi. Strategi, belajar strategi bisa didapat dari permainan ini ketika kita harus melempar kreweng (patahan genting) atau patahan keramik ke tempat level yang harus dimulai. Jika gagal maka akan kembali lagi, namun jika sudah menyelesaikan semua maka, pemenang harus melakukan dorong kreweng dari awal.
3. Bola bekel.
Bola bekel cenderung disukai oleh anak anak perempuan. Biasanya dengan beberapa bekel, dan satu bola kecil bukan bola sebesar bola sepak, atau bola basket. Ketika melempar bola kita harus bisa mengambil bekel dan bola tidak boleh jatuh. Jika jatuh sudah kita tidak bisa bermain lagi. Permainan ini pun memiliki level level, dilakukan hingga pemain gagal ganti lainnya. Di sini pun dibutuhkan strategi ketika bagaimana cara kita mengambil bekel yang berjarak berjauhan, asal bola dan bekel tidak jatuh. Ataua menggelinding. Permainan ini juga bisa dimainkan secara berkelompok.
4. Petak umpet.
Nah mungkin yang satu ini bisa dilakukan oleh banyak anak. Kita bisa bergantian menjadi pencari dan mencari mereka yang sembunyi, permainan ini mungkin hingga sekarang masih ada. Berhitung dari satu hingga sepuluh sedang yang sembunyi mencari tempat persembunyian yang ter baik saat penjaga tidak ada maka bisa menepeuk tempat dan menjadi pemenang.
Mungkin saat ini tidak ada lagi permainan itu dikala paandemi covid 19 ini, tapi bisa juga digunakan saat mengisi waktu luang nanti ketika semua sudah normal, bukan lagi new normal. Pada dasarnya permainnan diciptakan secara otomatis dari keinginan pemain akan tetapi permainan permainan ini terkikis oleh banyaknya game on line.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar