Rabu, 20 November 2019

Tragedi teman dan pintu

Kau tau jika kamu bisa menertawakan sakit mu maka itu adalah suatu hal yang patut di kenang. Dan tak semua hal bisa ditertawakan, sebuah tragedi yang patut diketawain adalah ketika temanmu terkena musibah yang menimpanya. Bukan ketika temanmu sedih,jangan diketawain. Sungguh memalukan dan lucu juga kalau di ingat. Baik mungkin disini saya bisa sedikit berbagi.

Siang dan panasnya mentari yang jadi alasan seseorang kurang konsentrasi. Mungkin. Sayangnya seseorang itu saat ini ada di sebelahku. Kalau kamu ada disini saat itu mungkin kamu juga ketawa. Kurang lebih sepuluh menit yang lalu sebelum saya memutuskan untuk menulis ini. Saat saya membaca buku, teman saya nitip pesan agar saya ngawasi hpnya, mau ke gedung nya, katanya. Saya iyain aja, tapi saya gak bener merhatiin hpnya. Tidak lama dia menghilang dari hadapan ku. Suara gaduh di belakang tembok, seperti ada yang nabrak pintu kaca.


Belum merespon apapun, tapi pas kepikiran jangan jangan dia. Dia ternyata masih ada di sana masih mengusap kepala nya yang kejedot pintu kaca asrama. Benerkan, Pikirku. Lucu banget, kan dia sudah tahu pintunya dibuka yang sebelah kiri, malah lewatnya yang kanan. Mungkin dia sudah ngantuk banget. Dia ketawa akupun ikut ketawa. Di bilang jangan di ketawain. Di sebelah nya ada orang tapi orang itu tidak merespon apapun.

Gara gara itu dia langsung pergi, dan akupun balik. Masih dengan suasana yang menyenangkan. Untung saja tempatnya sepi. Kalau tidak, percaya dah, dia pasti malu banget. Pas dia balik aku masih ketwa. Dia izin tidur, yasudah tidur sana jawabku, masih ada sisa sisa tawa. Padahal sebelumnya niat nya pengen ngerjain tugas.

Ya ampun aku kesel banget sama orang yang di sebelah nya. Tapi tak masalah. Yang penting bisa di ketawain. Ternyata benar buru-buru temannya setan, pantes apes.

Tidak ada komentar:

Hukum kok dibeli?

 Opini Perlindungan pada korban itu penting.  Media sosial kerap kali dijadikan orang yang tidak bertanggung jawab untuk melakukan tidak kri...