Rabu, 25 November 2020

Wujudkan Jati Diri Indonesia


Banyaknya masalah yang terjadi di tanah air kita ini, tidak luput dari bagaimana sikap warga negara nya. Namanya juga warga negara sudah dapat dipastikan jika, semua  warga negara wajib untuk menjaga kelangsungan kita dalam bernegara dan hidup berbangsa. Kita Indonesia dengan semboyan Bhineka Tunggal Ika, tentunya toleransi, kerja sama, gotong royong atau apapun itu sudah menjadi kewajiban kita bersama, bagaimana jati diri Indonesia yang sudah terjadi sejak nenek moyang kita bisa hilang ketika negara kita dipegang oleh para pemimpin yang telah terpilih. Indonesia adalah negara berbangsa, banyak sekali perbedaan yang kita temui sehari-hari dari siaran gosip yang terlalu sepele dari kalangan selebritis hingga para pesohor yang memiliki kedudukan tinggi seperti presiden dan jajarannya. 

Menurut ketua umum pimpinan pusat Muhammadyah, Haedar Nashir jika perlu adanya komitmen  bersama dalam bernegara. " harus ada komitmen bersama dalam selesai kan  tiap masalah bangsa dengan jiwa kewarga negaraan yang menempatkan kepentingan bangsa dan negara." ujarnya. Betul jika kita sebagai sebuah bangsa kita tidak bisa merasa paling penting terutama untuk mereka yang memang bisa dibilang penting pun, tidak bisa suatu negara dibangun tanpa adanya komitmen. Semu linik masyarakat harus menjadi warga negara yang memang memiliki kewajiban untuk saling membantu tanpa harus memperdulikan status. 

Terutama dimasa pandemi saat ini kita sangat sangat dibutuhkan untuk selalu bekerja sama, tanpa harus menganggap itu adalah tanggung jawab si A atau si B, kita semua punya tanggung jawab itu. Kita semua berhak mengemban tanggung jawab itu. Bagi para kaum elite mungkin bisa dikurang kurangin untuk selalu bisa merasa lebih. Semua wajib menuruti lebih tepatnya mentaati kewajiban kita untuk selalu melakukan protokol kesehatan sesuai anjuran pemerintah. Semua sama tidak boleh melanggar, mereka para pelanggar harusnya dihukum secara merata, tidak peduli tinggi tidak nya jabatan mereka. Apapun. Jenis mya dari pejabat hingga yang terendah. 

Sebagai agama mayoritas, yaitu Islam dan sebagai aliran Islam terbanyak kedua di Indonesia, muhamaddiyah pentik sebagai pengawas bukan hanya untuk orang Islam Indonesia saja tetapi juga bisa meliputi agama agama lain yang ada di negeri kita ini. Coba saja kita bisa menjalin hubungan yang dimaksud. Saling memahami satu sama lain dan tidak memperkeruh keadaan yang bisa membuat kita makin runyam. Pastinya kita perlu solusi, bukan masalah. Apalagi jika itu masalah tentang keadilan kecil. 

Menurut Haedar jika kelompok elit merasa semaunya sendiri, Indonesia akan tambah tidak berkesudahan masalah nya. Apalagi jika mereka merasa bebas, dan merasa tidak harus peduli pada protokol kesehatan dan merasa jika mereka tak masalah jika harus melanggar, mereka punya jabatan tak orang takut padanya. Bagaimana dengan orang tak mampu, atau yang sebenarnya tidak mengerti mengenai aturan-aturan baru.  Ditambah lagi, masalah yang sudah dan belum usai hingga kini. 

Gotong royong sebagai ciri khas turun menurun masyarakat Indonesia. 

Kita mungkin tidak asing dengan kata gotong royong, bahu membahu saling membantu. Semua itu kini sudah hilang, apa tidak bisa kita saling mengalah berbondong-bondong demi kemaslahatan umum?  Mungkin tidak hilang hanya saja sangat jarang muncul dipermukaan, lebih pastinya tidak semua orang akan melakukan gotong royong. Saya tahu jika kita m saat ini kita semua mendapat musibah, saya juga, kamu dan juga mereka. 

Untuk saat ini bersikap adil pada masyarakat sangat di perlukan supaya tidak terjadi ke iri dan dengki di hati mereka. Jika saya seorang pejalan kaki dalam perjalanan bepergian, pastinya harus ditegur jika kita melanggar berulang kali kita harus didenda atau apapun itu, setidaknya membuat kita jera, dan tidak mengulangi kesalahan yang sudah kita perbuat. 

Paling tidak bagi mereka yang mampu bisa membantu secara finansial bagi orang yang lebih membutuhkan. Dan untuk pengemis pemulung apa tidak sebaiknya disediakan oleh mereka yang kebutuhan sehari-hari nya tercukupi.  Tentunya hal ini  akan sangat membantu kita mengatasi masalah, atau mungkin dengan menciptakan lapangan kerja baru bagi mereka yang berusaha. Atau mencoba berwira usaha. 

Kita harus peduli dan tidak merasa bodo amat oleh lingkungan sekitar, jika memang terdapat pelanggar an kita bisa menegur tanpa perlu pihak lain yang lebih tinggi, tapi jika memang mereka bebal mungkin melaporkannya adalah hal yang harus di beritahukan kepada orang yang lebih memiliki wewenang, karena pada dasarnya rakyat Indonesia sering bebal. 

"Tiap-tiap warga negara berhak dan wajib ikut ssrta dalam usaha pertahanan dan keamanan negara. " Undang undang dasar 1945, pasal 30 ayat satu. Sebagai warga negara sepatut nya kita ikut menjaga keutuhan dan ke bhine tunggal ikaan kita seperti yang tercantum pada pasal, jika untuk saat ini seperti nya tidak bisa karena tidak ada perang, tapi jika kita melakukan ini untuk melawan Covid-19 ya itu sudah sepatutnya, sudah seharusnya. Jadi sebagai warga negara yang baik tentu kita juga ingin yang terbaik bagi bangsa kita, gotong royong itu jati diri kita.

Tidak ada komentar:

Hukum kok dibeli?

 Opini Perlindungan pada korban itu penting.  Media sosial kerap kali dijadikan orang yang tidak bertanggung jawab untuk melakukan tidak kri...